OTAK & HATI

Aku tersudut. Beberapa dai dan beberapa teman kantor provinsi Jatim menilaiku ‘MANUSIA RAWAN,’ karena, menurutnya, aku terlalu mengandalkan otak [rasional], dalam menjalani kehidupan. Mereka, mungkin karana sayang padaku ‘wanti-wanti’ agar aku juga memakai HATI sebagai pendekatan pada kehidupan.
Terima kasih temanku. Kuakui pemahamanku pada Kitabullah yang kucintai ‘Al Quran’ masih sangat dangkal. Tak banyak surat atau ayat Quran yang kujadikan sumber sebagai dasar terhadap pemahamanku ‘mengapa aku/manusia harus mengandalkan otak [rasional].
Yang ku pahami, cukup banyak surat dan ayat di Quran yang diantaranya diakhiri dengan kalimat “BAGI MEREKA YANG BERPIKIR….. [otak/akal] untuk mengetahui kemaha esaan dan dzatNya.” Otak/akal pada manusia sebagai pembeda dengan hewan, tumbuhan, bahkan dengan jin serta mulaikat.
Dengan demikian maaf, aku masih pada posisi pendapatku, bahwa OTAK-lah penentunya. Aku belum bisa memahami tentang: HATI, NURANI, KALBU atau QOLBU yang teman-teman unggulkan sebagai penentu atau punya peran penentu pada kehidupan manusia. Apa, siapa, di mana itu hati atau nurani atau kalbu atau qolbu?
Sungguh sayang, ada diantara temanku mencoba menjelaskan apa itu HATI, NURANI, KALBU/QULBU, namun sayang, untuk menjelaskan apakah HATI itu sama atau berbeda dengan NURANI-KALBU/QOLBU masih ‘kacau.’ Demikian pula ketika menjelaskan arti HATI apakah itu sama dengan HATI yang dalam ilmu medis disebut LIVER?
Sayangnya, teman-temanku yang akrab dan baik itu sering menutup layar dialog dengan kalimat yang cukup menyeramkan: “HATI YANG TERTUTUP TAK AKAN MEMAHAMINYA, atau ITU TANDA TUHAN TELAH MENGUNCI MATA HATIMU!” Sungguhkah…???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar